Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

Mendengarkan Kisah-kisah Heroik Relawan IKI

Rompi berwarna kopi susu itu sudah tidak baru lagi. Warnanya yang mulai memudar, dan sedikit kusut, menginfokan jika seragam itu telah berulang kali, entah puluhan atau ratusan kali, dipakai oleh si empunya. Pada bagian dada sisi kanan terpampang logo IKI. Sementara pada bagian punggung, tertera gagah tulisan berhuruf capital semua: “RELAWAN INSTITUT KEWARGANEGARAAN INDONESIA”.

Rompi-rompi itu agaknya menjadi saksi atas kebanggaan orang-orang yang mengenakannya. Pun rompi-rompi yang selalu melekat di tubuh mereka hampir sepanjang hari itu memaklumatkan besarnya spirit yang menggumpal di dada, bahwa mereka adalah bagian dari keluarga besar IKI dengan segenap misi dan aktivitas sosialnya.

Ya, itulah pemandangan sekilas ketika sekitar 80 Relawan IKI bertemu di forum rapat kerja Relawan IKI selama dua hari, 29-30 November lalu, di Hotel Nuansa Bali, Anyer, Serang. Raker dihadiri oleh Saifullah Mashum, ketua II IKI, Albertus Pratomo, sekretaris umum, Rofiqul Umam, sekretaris II, dan para peneliti utama IKI, Prasetyadji, Eddy Setiawan, Swandy Sihotang dan Eko Nugroho serta staf IKI Nyoto, Haris dan Indah Widiyani.

Relawan IKI yang mengenakan rompi warna kopi susu tersebut umumnya relawan yang sudah relatif lama bergabung di IKI. Tidak hanya rompi berwarna sedikit memudar itu yang mendominasi suasana raker. Ada juga seragam berwarna biru dan seragam berwarna putih bersih, dengan model kaos, bertuliskan sama, RELAWAN IKI. Seragam Relawan IKI model kaos dan tampak masih baru itu, kebanyakan dipakai Relawan IKI yang belum lama bergabung di IKI. Mereka berusia muda, lahir tahun 80-90 an.

Sama dengan para seniornya, Relawan IKI muda yang baru bergabung itu juga memiliki spirit yang menggumpal di dada. Mereka ingin mengidentifikasi dan merepresentasikan diri mereka dengan IKI, dan siap menjadi keluarga besar IKI yang mengemban misi mulia itu.

“Pak, saya minta logo IKI, untuk disablon di kaos Relawan IKI,” ujar salah seorang relawan melalui telepon, ke salah satu staf IKI di Jakarta. Tidak ada instruksi untuk membuat seragam itu. Juga tidak ada bantuan anggaran untuk membuatnya. Mereka secara sukarela berpatungan memesan seragam IKI.

Albertus Pratomo yang selama dua hari penuh itu menunggui raker, sangat terkesan dengan antusiasme Relawan IKI. Tomi, panggilan akrab Albertus Pratomo, lebih terkesan lagi menyaksikan kegigihan, atau tidak berlebihan jika disebut heroisme, mereka ketika di lapangan membantu masyarakat dan mencari solusi ketika menghadapi sejumlah kendala.

“Saya baru pertama kali ini mengikuti raker Relawan IKI. Saya bangga dengan kalian. Tanpa kehadiran Relawan, IKI tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya ketika memberikan sambutan di depan Relawan, yang disambut tepuk tangan meriah.
Kebanggaan Tomi tidak berlebihan. Swandy Sihotang, peneliti senior di IKI yang bertugas mengoordinasi relawan, menyatakan keunggulan relawan yang dimiliki IKI, terutama para koordinatornya.

“Para koordinator Relawan IKI kali ini adalah yang terbaik sepanjang pengalaman saya mengelola relawan di sini,” tuturnya. Pernyataan Swandy disambut pekik teriakan “Hidup Relawan…”

IKI mulai merekrut secara massif relawan IKI di beberapa daerah sejak 2015. Dimulai di Kabupaten Tangerang, dengan koordinator M. Ridwan. Di bawah kepemimpinan Ridwan, Relawan IKI pada tahun 2018 ini bisa membantu pengurusan hampir 15 ribu akta kelahiran bagi warga Kabupaten Tangerang.

Rumah Ridwan di daerah Sepatan saban hari kini berubah bak kantor perwakikan Dukcapil. Sehari-hari banyak orang datang minta tolong diuruskan akta kelahiran atau dokumen kependudukan lainnya.

Warga merasa terbantu dengan kehadiran relawan IKI. “Ngurus akta kelahirannya jadi cepat selesai, dan gratis lagi,“ ujar Ridwan menirukan ucapan salah satu warga.
Ada Tisnawati, koordinator Relawan IKI Kabupaten Bogor, bersama Oyoh. Di Kabupaten Bogor IKI mempunyai lima relawan yang semuanya perempuan. Sama dengan Kabupaten Tangerang, Tisnawati dan kawan-kawan bisa membantu hampir 10 ribu dokumen kependudukan bagi warga sekitarnya pada tahun ini.

Menurut Tisnawati yang sehari-hari berprofesi sebagai guru itu, dulu banyak warga mengurus akta kelahiran melalui staf desa atau ke sekolah-selolah. Setelah bertahun-tahun ditunggu tidak ada yang jadi. Warga pun mulai tidak percaya kepada petugas desa atau pihak sekolah.
Relawan IKI Bogor mencoba turun, mengadvokasi masyarakat dan pihak sekolah. Digandenglah UPT Dinas Pendidikan untuk mau bekerjasama.

Ketika memulai tugasnya, relawan IKI geleng-geleng kepala. Dokumen milik murid dan warga yang dititipkan melalui sekolah, kondisinya berantakan. Banyak yang tidak lengkap. Dokumen tersebut akhirnya dirapikan oleh Tisnawati dkk, dan dilengkapi yang kurang, selanjutnya disetorkan ke Dukcapil Kabupaten Bogor. Tidak lama akta kelahiran terbit. Ketila dibagi ke siswa, wali murid dan kepaka sekolah kaget, koq bisa terbit secepat itu. Sejak itu pihak sekolah dan masyarakat mempercayakan pengurusam akta kelahiran kepada relawan IKI di Bogor.

Lain lagi dengan Jamsari, koordinator Kabupaten Lebak. Jamsari yang menggantikan posisi Husen yang nonaktif karena kini menjadi caleg, dinilai berhasil bersama relawan di Lebak lainnya menembus dinding ekslusivitas tradisi masyarakat Suku Baduy. Masyarakat Baduy, terutama Baduy Dalam, yang dulu tidak bisa terjamah oleh pelayanan aparatur Dukcapil, kini mulai familier dengan dokumen kependudukan. “Harus sabar dan telaten mengedukasi mereka tentang penting dan manfaatnya dokumen kependudukan,” ujar salah seorang relawan Lebak.

Suni Basuni, koordinator relawan IKI di Kota Serang, punya cerita lain lagi. Kepala Dinas Dukcapil Kota Serang angkat tangan untuk menembus masyarakat sebuah RT di Kota Serang, dalam rangkan memberikan pelayanan. Kawasan itu dikuasai “jawara” yang berprofesi sebagai broker dokumen kependudukan. Masyarakat di kawasan itu akhirnya sama sekali tidak bisa disentuh oleh aparatur Pemda yang ingin melayani dokumen kependudukannya.

Kawasan ekslusif itulah yang berhasil ditembus oleh Basuni dkk, sehingga warga di RT tersebut bisa mendapatkan pelayanan dokumen kependudukan secara gratis.
Keberhasilan relawan IKI masuk ke wilayah tersebut mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari Kepala Dinas Dukcapil setempat.

Selain nama-nama di atas, juga ada Iswanto, koordinator Relawan IKI Kota Cilegon, Medy, koordinator Kabupaten Pandeglang, Arif, koordinator Kabupaten Serang, Irfan, koordinator Kabupaten Bandung Barat, dan Mufid, koordinator Kabupaten Blora. Mereka itu dipilih menjadi koordinator karena dinilai telah mempunyai segudang pengalaman sebagai aktivis di lapangan dan mempunyai banyak jaringan.

Para Relawan IKI berkumpul untuk mengadakan evaluasi terhadap kegiatan yang telah berjalan setahun ini, dan menemukan faktor dominan yang menjadi penyebab keberhasilan atau ketidakberhasilannya. Juga menyusun rencana kerja untuk tahun 2019.

Pada forum evaluasi banyak terkuak informasi menarik yang terlontar dari jubir Relawan dari setiap daerah. Banyak kisah pilu mengiringi tugasnya sebagai relawan. Tak jarang juga cerita yang membahagiakan.

Ada kepala Dinas Dukcapil yang akhirnya menjadi demikian akrab dengan relawan IKI. Juga ada relawan IKI di Blora yang tanpa canggung mengambil mikropon, memanggil warga yang tiba giliran untuk maju, menggantikan petugas dan persis seperti pegawai Dukcapil.

Di forum raker itu pula sebagian relawan juga secara terbuka menyampaikan curhat nya mengenai beberapa persoalan yang dirasakan bisa menghambat pelaksanaan tugasnya sebagai relawan.

Menjelang berakhirnya raker, tampak jelas aura keceriaan dan rasa bangga dari para relawan menjadi kepanjangan tangan IKI bisa membantu warga mendapatkan hak-hak sipilnya.

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
7 + 0 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.