Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

Warga Sambut Pembagian Akta Kelahiran

akta kelahiran harus gratis

Masyarakat menyambut pembagian akta kelahiran, khususnya bagi warga kurang mampu dan tidak memiliki akses informasi kependudukan. Kepemilikan dokumen penduduk sebenarnya merupakan tanggung jawab pemerintah, tetapi masih belum dilaksanakan dengan maksimal.

"Saya baru sekali ini memiliki akta kelahiran. Sebelumnya belum pernah memiliki, tetapi memang juga jarang ditanyakan," kata Usnah (36), warga Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (19/6).

Usnah, Elis (31), dan Siti Nuriah (17) menerima akta kelahiran dari Nurlela, salah satu sukarelawan Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI), yang juga berasal dari desa yang sama. Menurut Nurlela, sebagian besar perempuan di desanya adalah ibu rumah tangga yang selama ini tidak memiliki akta kelahiran. IKI membantu memfasilitasi pengurusan dokumen itu.

Sebelumnya, di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tangerang, peneliti senior IKI Prasetyadji mengambil 230 akta kelahiran dan menyerahkan 74 berkas pengajuan akta kelahiran susulan dari warga kurang mampu di Kabupaten Tangerang. Sebanyak 230 akta kelahiran tersebut kemudian dibagikan oleh beberapa sukarelawan, termasuk Nurlela, kepada warga.

"Saya datang ke sini untuk menerima langsung akta kelahiran ketiga anak saya," kata Tatik (37), warga Desa Cijantra, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Kompleksitas persoal​an

Upaya memiliki akta kelahiran bagi warga yang kurang mampu dan tidak memiliki akses informasi ini dihadapkan pada kompleksitas persoalan. Meri Susana (34), warga Desa Cijantra, mengungkapkan, dalam berkas pengajuan akta kelahiran dua bulan lalu, nomor induk kependudukan (NIK)-nya tidak ditemukan, lalu berkas dikembalikan kepadanya.

"Saya kemudian mengurusnya lewat petugas kelurahan, disuruh membayar Rp 200.000. Lalu, saya utang tetangga untuk membayarnya," kata Meri.

Menurut seorang petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tangerang, semua layanan pembuatan akta kelahiran tak berbayar. (NAW)

Sumber: http://print.kompas.com/baca/2015/06/20/Warga-Sambut-Pembagian-Akta-Kela...

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
1 + 3 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Berita

Suasana perekaman KTP Elektronik di Blora pada masa pandemi
New Normal Perekaman KTP
Peneliti Senior Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) Prasetyadji bersama Staf IKI Indah Widiyani, Risma Nuraini dan Yesaya sedang membantu pengisian berkas permohonan akta kelahiran bagi anak-anak Panti Asuhan Griya Asih, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, di Sekretariat IKI Wisma46 Lantai 14 Kota BNI, Jalan Jenderal Sudirman Kav 1 Jakarta, untuk diserahkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Propinsi DKI Jakarta. 4/2/2020.
Lahir dan Besar di Panti Asuhan
Sapto BW didampingi Sofian mewakili Dinas Dukcapil Propinsi DKI Jakarta menyerahkan akta kelahiran warga pemulung kepada Peneliti IKI Swandy Sihotang didamping Prasetyadji, di Jakarta 28/1/2020.
IKI Dukung Disdukcapil DKI Jakarta Fasilitasi Komunitas Pemulung & Anak Jalanan
Sekjen MPR RI Apresiasi IKI Terbitkan Buku Risalah Pembentukan UU Kewarganegaraan
Begini Cara Kerja Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri

Copyright © 2016.Institut Kewarganegaraan Indonesia, Wisma 46, Lantai 14, Ruang 14-16, Kota BNI, Jl Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat (10220).