Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

Ribuan Dokumen Kependudukan Hilang

Ribuan Dokumen Terendam Banjir

 Jakarta- Peristiwa bencana yang melanda berbagai daerah tak hanya menimbulkan kerugian materi dan non materi saja. Korban bencana alam itu pun harus menanggung kehilangan sebagian barang berharganya berupa dokumen kependudukan.

 

Peneliti senior Institute Kewarganegaraan Indonesia (IKI), Prasetyadji menegaskan bencana alam yang terjadi telah menimbulkan kerugian luar biasa. Hilangnya dokumen kependudukan itu merupakan sebagian dari kerugian yang dialami warga.

“Pada sisi inilah IKI meminta pemeirntah daerah tak hanya fokus pada tanggap bencana saja. Tapi juga pada persoalan dokumen kependudukan,” ujarnya dalam keterangan resminya di kantor IKI, kemarin.

 

Menurutnya dokumen kependudukan yang hilang itu sangat berragam. Mulaidari KTP, Akta lahir, Ijazah sampai Akta tanah. Jumlahnya pun sangat banya, bisa ribuan warga. Terlebih, sambung dia bagi korban bencana banjir bandang di Manado dan gunung meletus di Medan. Hampir seluruh warga yang menjadi korban bencana itu kehilangan dokumen kependudukannya.

“Sudah sepatutnya pemerintah memikirkan pula persoalan ini. Dokumen kependudukan yang hilang harus dipersiapkan gantinya,” tuturnya.

 

Dia menegaskan dalam kondisi normal saja pembuatan dokumen kependudukan itu sangat sulit dan berbelit. Apaalgi jika dalam kondisi darurat seperti ini. Tak menutup kemungkinan semakin rumit. Lebih parahnya, sambung dia pengarsipan dokumen kependudukan warga pada lembaga pemerintah masih memprihatinkan. Akibatnya kehilangan dokumen kependudukan warga bisa menjadi persoalan yang serius. “Kita bakal mendekati pesta demokrasi. Kunci pelaksaan pesta demokrasi itu ada pada dokumen kependudukan, seperti KTP. Kalau hilang dengan alas an apapun dianggap gugur hak memilihnya,” tuturnya.

 

Melihat kenyataan itulah, Prasetyadji meminta pemerintah pro aktif melakukan pendataan dokumen warga. Terutama yang mengalami kehilangan dokumen tersebut. Jika perlu, lanjut dia aparat pemerintah daerah membuka posko dokumen  kependudukan. Posko itu melayani khusus bagi warga yang kehilangan dokumen kependudukan.

 

 “Tanpa langkah yang cepat sudah pasti warga korban banjir yang dirugikan. Dengan berbagai dalih pemerintah bisa menghilangkan hak-hak warga tersebut,” tuturnya. (hud).

 

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
7 + 3 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Berita

Suasana perekaman KTP Elektronik di Blora pada masa pandemi
New Normal Perekaman KTP
Peneliti Senior Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) Prasetyadji bersama Staf IKI Indah Widiyani, Risma Nuraini dan Yesaya sedang membantu pengisian berkas permohonan akta kelahiran bagi anak-anak Panti Asuhan Griya Asih, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, di Sekretariat IKI Wisma46 Lantai 14 Kota BNI, Jalan Jenderal Sudirman Kav 1 Jakarta, untuk diserahkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Propinsi DKI Jakarta. 4/2/2020.
Lahir dan Besar di Panti Asuhan
Sapto BW didampingi Sofian mewakili Dinas Dukcapil Propinsi DKI Jakarta menyerahkan akta kelahiran warga pemulung kepada Peneliti IKI Swandy Sihotang didamping Prasetyadji, di Jakarta 28/1/2020.
IKI Dukung Disdukcapil DKI Jakarta Fasilitasi Komunitas Pemulung & Anak Jalanan
Sekjen MPR RI Apresiasi IKI Terbitkan Buku Risalah Pembentukan UU Kewarganegaraan
Begini Cara Kerja Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri

Copyright © 2016.Institut Kewarganegaraan Indonesia, Wisma 46, Lantai 14, Ruang 14-16, Kota BNI, Jl Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat (10220).