Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

Kepala UPTD kecamatan Mancak, Serang: Saya malu keduluan IKI

Setelah menempuh Dua jam perjalanan dari Jakarta ke kantor kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, tim IKI dijemput oleh relawan IKI kabupaten Serang untuk melanjutkan perjalanan ke Desa Cikedung dengan jarak tempuh 2 jam dengan kondisi jalan yang rusak parah.

Sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan alam yang sedikit mampu menghilangkan penat akibat kondisi jalan bebatuan. Tidak ditemukan rumah atau perkampungan di sepanjang perjalanan. Memang desa Cikedung ini sangat terpencil, dan mungkin butuh perhatian dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah Kabupaten Serang.

Saat tim IKI tiba di kantor Balaidesa Cikedung yang didepannya disuguhi pemandangan persawahan dan Gunung Karang yang indah, dilengkapi juga dengan langit yang sedikit mendung, penduduk masih tidak terlalu banyak, namun juga mulai berdatangan silih berganti.

Tim IKI disambut oleh pihak dukcapil, kepala desa Cikedung, dan kepala UPTD kecamatan Mancak. Pihak dukcapil mengungkapkan bahwa untuk mengangkut peralatan dibantu oleh pihak desa.

Sedangkan kepala UPTD Kecamatan Mancak, Pak Sukmajaya merasa malu karena keduluan IKI dalam melayani adminduk warga di desa Cikedung ini.
“Saya malu keduluan IKI masuk desa Cikedung ini” akunya.

Pak sukmajaya mengungkapkan bahwa awalnya dihubungi kepala Dinas Dukcapil perihal pelayanan keliling ini.
“Pak Kadis (kadis dukcapil kabupaten Serang) tanya sudah ke Cikedung belum, sy jawab belum.” Ceritanya

Kadis pun meminta Pak Sukmajaya berkoordinasi dengan relawan IKI.
“Lalu pak kadis meminta untuk berkoordinasi dengan relawan IKI soal pelayanan keliling ini”. Tambahnya.

Begitu pula kepala desa Cikedung, Bapak Arkani merasa sangat senang dan terbantu dengan adanya pelayanan keliling ini.
“Saya sangat mendukung kegiatan ini , pak.” Ujarnya kepada peneliti IKI, Swandy Sihotang.

Pak Arkani juga mengakui bahwa dengan adanya pelayanan ini, akhirnya dia merasa bisa melayani warganya yang sebagian besar pendatang dari Indramayu di tahun 1960-an dan berprofesi sebagai petani di desanya ini.
“Ini salah satu bentuk saya bisa melayani warga disini, dengan mendukung kegiatan yanling ini,” Tambahnya.

(eh/IKI)

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
7 + 2 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Berita

Suasana perekaman KTP Elektronik di Blora pada masa pandemi
New Normal Perekaman KTP
Peneliti Senior Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) Prasetyadji bersama Staf IKI Indah Widiyani, Risma Nuraini dan Yesaya sedang membantu pengisian berkas permohonan akta kelahiran bagi anak-anak Panti Asuhan Griya Asih, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, di Sekretariat IKI Wisma46 Lantai 14 Kota BNI, Jalan Jenderal Sudirman Kav 1 Jakarta, untuk diserahkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Propinsi DKI Jakarta. 4/2/2020.
Lahir dan Besar di Panti Asuhan
Sapto BW didampingi Sofian mewakili Dinas Dukcapil Propinsi DKI Jakarta menyerahkan akta kelahiran warga pemulung kepada Peneliti IKI Swandy Sihotang didamping Prasetyadji, di Jakarta 28/1/2020.
IKI Dukung Disdukcapil DKI Jakarta Fasilitasi Komunitas Pemulung & Anak Jalanan
Sekjen MPR RI Apresiasi IKI Terbitkan Buku Risalah Pembentukan UU Kewarganegaraan
Begini Cara Kerja Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri

Copyright © 2016.Institut Kewarganegaraan Indonesia, Wisma 46, Lantai 14, Ruang 14-16, Kota BNI, Jl Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat (10220).