Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

IKI Menyapa Kota Kretek

Kudus merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang terletak di antara dua kota besar, yaitu Kota Semarang dan Kota Surabaya, yang dikenal dengan salah satu bangunan ikoniknya, yaitu Masjid Menara, selain komoditas rokok kreteknya yang telah memberi warna tersendiri sejak masa penjajahan Belanda dulu. Kota yang memiliki semboyan Sehat, Elok, Maju, Aman, Rapi, Asri, Konstitusional atau biasa disingkat SEMARAK ini memiliki populasi penduduk sebesar 777.437 jiwa berdasarkan data sensus 2010, yang tersebar di 9 kecamatan dan 123 desa serta 9 kelurahan.

Wilayah Kabupaten Kudus terbagi tiga kawedanan, yaitu Kawedanan Kota, Kawedanan Cendono, dan Kawedanan Tenggeles. Sesuai julukannya, industri utama yang menopang perekonomian kota ini adalah industri rokok, selain terdapat juga industri elektronik dan percetakan.

Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) pada tahun 2018 memiliki program perluasan wilayah kerja. Salah satunya adalah Kabupaten Kudus. Pada tanggal 9 Mei 2018, pengurus IKI telah melakukan konsolidasi dengan calon relawan dan bersilaturahmi ke Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kudus.

Sambutan hangat dan terbuka serta semangat melayani sangat tampak dari Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Kudus dan jajarannya; suatu indikator bahwa budaya melayani penduduk dengan baik dan profesional tampaknya sudah mulai terbangun di jajaran ASN yang bertugas di dinas ini. Pada kunjungan pertama ini, tim IKI juga diperkenankan meninjau ruang arsip yang tampak lebih baik kondisinya dibandingkan beberapa ruang arsip milik Disdukcapil di kota/kabupaten lain.

Permasalahan klasik yang umum dihadapi Disdukcapil di seluruh Indonesia adalah masalah kepemilikan akta kelahiran penduduk yang telah berusia dewasa, karena memang upaya mendorong kepemilikan akta kelahiran bagi seluruh penduduk Indonesia baru dimulai secara serius sejak adanya UU Administrasi Kependudukan pada tahun 2006. Hal ini pun dialami Kabupaten Kudus. Selain itu, menurut Kepala DIsdukcapil Kab. Kudus, Hendro Martoyo, Kudus juga masih membutuhkan pelatihan bagi para petugas pelayanannya, karena memang pengetahuan di bidang Dukcapil ini perlu diberikan dengan lebih sistematis. Sementara selama ini kebanyakan orang yang bergelut di bidang ini, belajar secara otodidak, padahal kalau berbicara pelayanan yang profesional “product knowledge” menjadi faktor yang menentukan kualitas layanan.

Disdukcapil Kabupaten Kudus menyatakan sangat terbuka terhadap tawaran kerjasama dari IKI, dan berharap nantinya ada semacam Nota Kesepahaman yang ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama sehingga kerja-kerja bersama Dukcapil Kudus dan IKI ke depannya dapat berjalan dengan baik dan lancar. @esa

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
19 + 1 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.