Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

IKI Kerja Sama dengan berbagai Pemda Sosialisasi Akta Lahir Gratis

Suasana Audiensi IKI ke Bupati Tangerang

Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) yang sudah bekerja sama dengan berbagai pemerintah kabupaten dan kotamadya untuk sosialisasi akta lahir gratis, sedang merintis kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang agar masyarakat sadar tentang perlunya memiliki akta lahir sebagai bukti kewarganegaraan.



"Kami terus memperbanyak kerja sama berbagai pemda. Di Kabupaten Tangerang Perdanya sudah menyesuaikan dengan UU No. 24 Tahun 2013 bahwa akta kelahiran diberikan gratis dan denda sudah dihapus," kata salah satu ketua IKI Saifullah Ma’shum di Jakarta, Senin.



IKI pada pekan lalu melakukan pertemuan dengan Dinas Catatan Sipil & Kependudukan Kabupaten Tangerang.



Saifullah mengusulkan agar masyarakat bisa melakukan pengurusan akta kelahiran secara kolektif dengan pendampingan relawan IKI.



Tawaran tersebut disampaikan IKI kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.



"Respon dari Disdukcapil Kabupaten Tangerang positif," kata Saifullah.



Lebih lanjut dia mengemukakan berdasarkan temuan IKI, orang dewasa yang termasuk kelompok masyarakat miskin adalah bagian dari mereka yang belum memiliki akta kelahiran.



"Ini pekerjaan rumah kita semua, akta kelahiran sangat penting karena merupakan dokumen pertama seorang manusia Indonesia, yang mengandung identitas diri seseorang, hubungan keperdataan dengan orang tua dan status kewarganegaraannya. NIK pun ada di akta kelahiran saat ini," ungkap Mashum.



Sementara itu, peneliti IKI Prasetyadji mengungkapkan kebijakan Pemkab Tangerang dengan menghapus denda kepengurusan akta kelahiran sudah cukup maju, mengingat masih banyak Pemkab/Pemkot yang belum melakukan revisi terhadap Perda yang mengatur tentang denda keterlambatan pelaporan akta kelahiran. 



"Jadi sekarang tinggal bagaimana mendorong masyarakat agar segera mengurus akta kelahiran, karena peraturannya sudah sangat kondusif."



Prasetyadji mengutip data pemkab Tangerang yaitu dari sekitar 2.6 juta penduduk hanya sekitar 30 persen yang memiliki akta kelahiran.

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
2 + 1 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Berita

Suasana perekaman KTP Elektronik di Blora pada masa pandemi
New Normal Perekaman KTP
Peneliti Senior Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) Prasetyadji bersama Staf IKI Indah Widiyani, Risma Nuraini dan Yesaya sedang membantu pengisian berkas permohonan akta kelahiran bagi anak-anak Panti Asuhan Griya Asih, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, di Sekretariat IKI Wisma46 Lantai 14 Kota BNI, Jalan Jenderal Sudirman Kav 1 Jakarta, untuk diserahkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Propinsi DKI Jakarta. 4/2/2020.
Lahir dan Besar di Panti Asuhan
Sapto BW didampingi Sofian mewakili Dinas Dukcapil Propinsi DKI Jakarta menyerahkan akta kelahiran warga pemulung kepada Peneliti IKI Swandy Sihotang didamping Prasetyadji, di Jakarta 28/1/2020.
IKI Dukung Disdukcapil DKI Jakarta Fasilitasi Komunitas Pemulung & Anak Jalanan
Sekjen MPR RI Apresiasi IKI Terbitkan Buku Risalah Pembentukan UU Kewarganegaraan
Begini Cara Kerja Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri

Copyright © 2016.Institut Kewarganegaraan Indonesia, Wisma 46, Lantai 14, Ruang 14-16, Kota BNI, Jl Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat (10220).