Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

Bupati Purwakarta: Itu Kewajiban Negara, Wajar Kalau Gratis!

Bicaranya lembut tapi tegas dan sistematis, demikianlah cara bertutur Dedi Mulyadi yang telah memimpin Kabupaten Purwakarta selama 2 periode. Pria kelahiran Sukadaya 11 April 1971 tersebut merupakan satu dari sedikit pemimpin daerah yang telah berhasil menciptakan pelayanan publik yang baik, merakyat dan berhasil mengelola anggaran yang minim secara optimal untuk kepentingan rakyat.

Hal tersebut dapat kami rasakan pada saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Purwakarta, Jumat 15 November 2013 dalam rangka sharing mengenai persoalan akta kelahiran. Institut Kewarganegaraan Indonesia menilai bahwa Kabupaten Purwakarta dibawah pimpinan Dedi Mulyadi telah berhasil menciptakan pelayanan publik yang baik, khususnya terkait Akta Kelahiran, KTP dan KK.

Kabupaten Purwakarta yang mengalokasikan anggaran 3 Milyar untuk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil tersebut mampu memberikan pelayanan Akta Kelahiran, KTP dan KK secara gratis, dengan pelayanan yang baik dan memenuhi standar ISO 9001. Counter Layanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemkab Purwakarta pun dijalankan dengan tertib dan profesional, dengan nomor antrian layaknya bank, petugas front office yang ramah, papan pengumuman yang jelas mengenai besaran tarif setiap layanan, syarat serta prosedurnya dengan ruang tunggu yang nyaman.

“Itu semua khan kewajiban negara, jadi wajar kalau gratis” ungkap Kang Dedi panggilan akrab pria penyuka warna hitam dan putih itu. Selain gratis, Kang Dedi juga memiliki program turun langsung ke desa-desa sekali dalam sepekan, yang belakangan ini ditingkatkan intensitasnya menjadi 2 kali dalam sepekan. Kegiatan bertajuk Gebungan Desa itu ditujukan agar warga dapat berkumpul, menyampaikan aspirasi kepada pemimpinnya, bertanya, sampai mengurus secara langsung Akta Kelahiran serta melakukan apresiasi budaya.

Dalam hal penyediaan ambulance on call gratis di setiap desa pun landasan pemikirannya sama yakni sebagai salah satu kewajiban pemerintah terhadap warganya bahkan lebih lanjut Kang Dedi mengungkapkan “Malu saya kalau sampai warga saya diangkut ambulan partai, masak negara kalah sama partai?” ujarnya pada perwakilan IKI yang hadir yaitu Saifulah Ma’shum, Prasetyadji dan Eddy Setiawan. (Esa)  

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
3 + 13 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Berita

Suasana perekaman KTP Elektronik di Blora pada masa pandemi
New Normal Perekaman KTP
Peneliti Senior Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) Prasetyadji bersama Staf IKI Indah Widiyani, Risma Nuraini dan Yesaya sedang membantu pengisian berkas permohonan akta kelahiran bagi anak-anak Panti Asuhan Griya Asih, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, di Sekretariat IKI Wisma46 Lantai 14 Kota BNI, Jalan Jenderal Sudirman Kav 1 Jakarta, untuk diserahkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Propinsi DKI Jakarta. 4/2/2020.
Lahir dan Besar di Panti Asuhan
Sapto BW didampingi Sofian mewakili Dinas Dukcapil Propinsi DKI Jakarta menyerahkan akta kelahiran warga pemulung kepada Peneliti IKI Swandy Sihotang didamping Prasetyadji, di Jakarta 28/1/2020.
IKI Dukung Disdukcapil DKI Jakarta Fasilitasi Komunitas Pemulung & Anak Jalanan
Sekjen MPR RI Apresiasi IKI Terbitkan Buku Risalah Pembentukan UU Kewarganegaraan
Begini Cara Kerja Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri

Copyright © 2016.Institut Kewarganegaraan Indonesia, Wisma 46, Lantai 14, Ruang 14-16, Kota BNI, Jl Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat (10220).