Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

Ayo Buat “KTP” untuk Anak-Anak Kita

Kartu Identitas Anak

Kebijakan baru terkait hak-hak anak dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak. Permendagri ini mewajibkan semua anak yang berumur di bawah 17 tahun untuk memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Program ini tampaknya merupakan perluasan dari beberapa program KIA di Kota/Kabupaten seperti Solo, Bantul, dan lain-lain yang telah terbukti memberikan manfaat positif bagi pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak, serta mendorong percepatan kepemilikan akta kelahiran.

Mengutip pernyataan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Prof. Zudan Arif Fakhrulloh di Kompas.com (Kamis, 11 Februari 2016), KIA adalah identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah, yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota, dengan tujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik, serta sebagai upaya negara memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.

KIA akan diberikan kepada seluruh anak Indonesia yang berusia di bawah 17 tahun, khusus bagi anak yang baru lahir, KIA akan diterbitkan bersamaan dengan penerbitan akta kelahiran, sementara, bagi anak yang belum berusia 5 tahun, tetapi belum memiliki KIA, orangtua harus memenuhi persyaratan administrasi sebagaimana diatur dalam Permendagri No. 2 Tahun 2016 yaitu: fotokopi kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran asli, Kartu Keluarga (KK) asli orang tua/wali, dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) asli kedua orang tua/wali.

Anak-anak yang telah berusia 5 tahun namun belum memiliki KIA, maka orangtua harus memenuhi beberapa persyaratan yang sama sebagaimana tersebut di atas, ditambah pas foto anak berwarna ukuran 2 x 3 sebanyak 2 (dua) lembar.

Persyaratan penerbitan KIA baru bagi anak WNI yang baru datang dari Luar Negeri mengikuti ketentuan sebagaimana tersebut diatas, hanya ditambahkan persyaratan Surat Keterangan Datang dari Luar Negeri yang diterbitkan oleh Dinas. KIA juga diberikan kepada anak WNA, dengan persyaratan fotokopi paspor dan izin tinggal tetap, KK dan KTP El asli orang tua, dengan masa berlaku mengikuti masa izin tinggal tetap orang tuanya.

Orang tua dapat membawa seluruh persyaratan penerbitan KIA ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota/Kabupaten, apabila seluruh persyaratan telah lengkap maka kepala dinas akan menandatangani dan menerbitkan KIA. Dinas Dukcapil juga dapat menerbitkan KIA dalam pelayanan keliling untuk jemput bola di sekolah-sekolah, rumah sakit, taman bacaan, tempat hiburan anak-anak, dan tempat layanan lainnya sehingga cakupan KIA dapat maksimal sebagaimana diharapkan.

 

Permendagri ini juga memberikan keleluasaan bagi Pemerintah Kota/Kabupaten untuk memaksimalkan pemanfaatan KIA dan memberikan nilai tambah bagi penduduk, dengan melakukan perjanjian kemitraan dengan pihak ketiga yang terkait dengan kebutuhan anak seperti tempat bermain,. Rumah makan, taman bacaan, took buku, tempat rekreasi, dan usaha ekonomi lainnya. @ed2ysetiawan

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
1 + 4 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Berita

Suasana perekaman KTP Elektronik di Blora pada masa pandemi
New Normal Perekaman KTP
Peneliti Senior Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) Prasetyadji bersama Staf IKI Indah Widiyani, Risma Nuraini dan Yesaya sedang membantu pengisian berkas permohonan akta kelahiran bagi anak-anak Panti Asuhan Griya Asih, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, di Sekretariat IKI Wisma46 Lantai 14 Kota BNI, Jalan Jenderal Sudirman Kav 1 Jakarta, untuk diserahkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Propinsi DKI Jakarta. 4/2/2020.
Lahir dan Besar di Panti Asuhan
Sapto BW didampingi Sofian mewakili Dinas Dukcapil Propinsi DKI Jakarta menyerahkan akta kelahiran warga pemulung kepada Peneliti IKI Swandy Sihotang didamping Prasetyadji, di Jakarta 28/1/2020.
IKI Dukung Disdukcapil DKI Jakarta Fasilitasi Komunitas Pemulung & Anak Jalanan
Sekjen MPR RI Apresiasi IKI Terbitkan Buku Risalah Pembentukan UU Kewarganegaraan
Begini Cara Kerja Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri

Copyright © 2016.Institut Kewarganegaraan Indonesia, Wisma 46, Lantai 14, Ruang 14-16, Kota BNI, Jl Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat (10220).