Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

Audiensi IKI ke Kepala Dinas Dukcapil Lebak

IKI dan para relawan Lebak

Pendampingan Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) pada tahun 2017 makin bertambah, diantaranya adalah Kabupaten Lebak, untuk itu pengurus dan peneliti IKI serta sejumlah relawan melakukan audiensi ke pemerintah Kabupaten Lebak khususnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pengurus dan relawan IKI diterima Kepala Dinas Dukcapil, Ujang Bahrudin di Kantor yang terletak di pusat pemerintahan kabupaten Lebak, Jumat 10 Februari 2017 pukul 12.30-14.30 WIB. Keseriusan Kadisdukcapil tampak dari kelengkapan jajaran yang turut menerima kedatangan rombongan IKI yang dipimpim Ketua III, Drs H Saifullah Ma’shum, M.Si.

Saifullah Ma’shum mengawali dengan perkenalan singkat mengenai Yayasan Institut Kewarganegaraan Indonesia, sebagai organisasi sosial yang concern pada persoalan kewarganegaraan dan juga kependudukan dan pencatatan sipil serta penghapusan diskriminasi ras dan etnis. Selain itu juga dijelaskan latar belakang berdirinya IKI, aktivitas yang selama ini dilakukan, dan tokoh-tokoh yang turut membidani serta menjalankan IKI sejak 2006 hingga saat ini. Ma’shum juga menekankan bahwa kehadiran IKI di berbagai daerah adalah karena keterpanggilan untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam hal pemenuhan hak dasar berupa akta kelahiran.

Pemerintah Kabupaten Lebak, melalui Kadisdukcapil menyatakan menyambut baik kehadiran IKI, dan memaparkan bahwa memang pemerintah Kabupaten Lebak selama ini merasakan bahwa masyarakat, khususnya yang tinggal di desa-desa yang jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Lebak menghadapi kendala meski akta kelahiran gratis, namun karena letak desa yang jauh hingga membutuhkan waktu tempuh 6-7 jam membuat banyak warga enggan mengurus akta kelahiran, padahal jarak Lebak ke Jakarta cuma 3 Jam. Pihak Dukcapil sudah berusaha mengadakan pelayanan menggunakan mobile unit yang mereka miliki, namun hanya mampu mengadakan maksimal sekali dalam seminggu. Apalagi di banyak daerah tidak terjangkau sinyal internet, sehingga pelayanan menjadi tidak efektif.

Menjawab pertanyaan terkait suku terisolir seperti Baduy, pihak Dukcapil menyatakan sudah mulai melakukan perekaman KTP Elektronik, tentu dengan tantangan tersendiri mengingat masyarakat Baduy memiliki cara pandang tersendiri mengenai teknologi. Bahrudin menyampaikan bahwa Dukcapil Kabupaten Lebak terbuka untuk bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mencapai target-target dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri. Kehadiran relawan IKI diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang selama ini belum tersosialisasi, belum tersentuh oleh pihak Dukcapil. Selain itu, dianggap perlu juga mensosialisasikan mengenai pentingnya akta kelahiran, karena selama ini Dukcapil Kabupaten Lebak memperhatikan bahwa masyarakat baru tergerak mengurus akta kelahiran ketika sudah ada urusan penting yang mensyaratkan akta kelahiran.

Bahrudin juga menjelaskan bahwa denda keterlambatan pengurusan akta kelahiran sudah dihapuskan di Kabupaten Lebak, sehingga hal ini tidak menjadi beban bagi penduduk, tinggal persoalan jarak yang memang jauh dari desa-desa di pinggiran yang berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi. Sementara mengenai kolom agama, khususnya untuk Suku Baduy, telah disepakati tanpa ada penulisan “kepercayaan” melainkan hanya tanda “-“ pada Kartu Tanda Penduduk Elektroniknya. Dukcapil juga berharap adanya perubahan terkait persyaratan Itsbat nikah bagi penduduk yang beragama Islam, karena selama ini biayanya menjadi beban yang membuat sebagian besar masyarakat tidak mau mengurus akta perkawinannya.  

Beberapa Hasil kesepakatan antara IKI dengan Pemkab Lebak antara lain:

  1. Kerjasama Pemkab Lebak dan IKI perlu diformalkan dalam Nota Kesepahaman, IKI diminta mengirim Draft Nota Kesepahaman sebagaimana yang pernah dilakukan dengan kabupaten lainnya melalui email sehingga memudahkan untuk penyesuaian (sudah dikirim).
  2. Ruang lingkup kerjasama adalah di bidang Catatan Sipil, yakni akta kelahiran, dan jika memungkinkan juga kampanye melalui poster/brosur/baliho tentang pentingya akta kelahiran dan akta kematian karena pemohon akta kematian sangat minim yakni 40 orang per tahun, sehingga data penduduk menjadi sulit dibersihkan.
  3. IKI akan memberikan pelatihan kepada relawan mengenai pengurusan akta kelahiran dengan didampingi pihak Dukcapil sehingga hal-hal yang sangat teknis sekaligus dapat dijelaskan dengan detail.
  4. Relawan diharapkan mengurus akta kelahiran secara kolektif sebagaimana yang pernah diterapkan terhadap anggota legislatif yang memberikan pendampingan akta kelahiran di Kabupaten Lebak.
  5. Dukcapil Kabupaten Lebak juga terbuka jika IKI memberikan pelatihan kepada para petugas pelayanan dalam rangka meningkatkan pelayanan Dukcapil Kabupaten Lebak
     

Turut hadir dalam agenda ini mewakili IKI, Saifullah Mashum (ketua), Prasetyadji, Eddy Setiawan, Swandy Sihotang, koordinator relawan Lebak dan 4 anggota relawan. Dari Disdukcapil Lebak, Ujang Bahrudin (Kadis), Kabid Capil, Kabid Data dan Informasi, Sekretaris dan 2 Staf. (ESA/IKI)

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
1 + 0 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Berita

Suasana perekaman KTP Elektronik di Blora pada masa pandemi
New Normal Perekaman KTP
Peneliti Senior Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) Prasetyadji bersama Staf IKI Indah Widiyani, Risma Nuraini dan Yesaya sedang membantu pengisian berkas permohonan akta kelahiran bagi anak-anak Panti Asuhan Griya Asih, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, di Sekretariat IKI Wisma46 Lantai 14 Kota BNI, Jalan Jenderal Sudirman Kav 1 Jakarta, untuk diserahkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Propinsi DKI Jakarta. 4/2/2020.
Lahir dan Besar di Panti Asuhan
Sapto BW didampingi Sofian mewakili Dinas Dukcapil Propinsi DKI Jakarta menyerahkan akta kelahiran warga pemulung kepada Peneliti IKI Swandy Sihotang didamping Prasetyadji, di Jakarta 28/1/2020.
IKI Dukung Disdukcapil DKI Jakarta Fasilitasi Komunitas Pemulung & Anak Jalanan
Sekjen MPR RI Apresiasi IKI Terbitkan Buku Risalah Pembentukan UU Kewarganegaraan
Begini Cara Kerja Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri

Copyright © 2016.Institut Kewarganegaraan Indonesia, Wisma 46, Lantai 14, Ruang 14-16, Kota BNI, Jl Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat (10220).