Kita Satu, Kita Sama, Kita Setara, Satu Tujuan: Indonesia

Akta Kelahiran untuk Warga Miskin

Warga Miskin di depan rumah

Lembaga sosial Institut Kewarganegaraan Indonesia membantu pemerintah untuk membagikan akta kelahiran bagi masyarakat miskin secara "jemput bola". Upaya ini sebagai bantuan kepada masyarakat miskin untuk memenuhi hak dasarnya dalam bentuk pencatatan sipil.

"Saat ini sudah menjadi tanggung jawab pemerintah agar secara aktif memenuhi hak dasar warga untuk mendapatkan dokumen kependudukan dan catatan sipil. Namun, sampai sekarang, masih banyak dijumpai masyarakat miskin yang tidak bisa memiliki dokumen catatan sipil, seperti akta kelahiran," kata Sekretaris Umum Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) Indradi Kusuma, di Jakarta, Kamis (18/6).

IKI didirikan pada 11 Agustus 2006, sebulan setelah pengesahan Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Pemerintah kemudian menetapkan UU No 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, yang mengatur tanggung jawab pemerintah untuk melindungi dan memenuhi hak konstitusional atas identitas, termasuk hak atas kewarganegaraan, nama, dan hubungan kerabat.

"Kepada masyarakat miskin yang tidak memiliki akta kelahiran, semestinya menjadi tanggung jawab pemerintah untuk secara aktif membagikannya," kata Indradi.

Di sembilan wilayah

Peneliti senior IKI, Prasetyadji, menunjukkan sedikitnya ada sembilan wilayah yang akan dibagikan akta kelahiran. Di antaranya, sekitar 30.000 akta kelahiran di Kota Tangerang Selatan, dan sekitar 72.000 akta kelahiran di Sambas, Kalimantan Barat. Selain itu, ada juga sekitar 24.000 akta kelahiran di Singkawang, Kalimantan Barat, dan sekitar 5.000 akta kelahiran untuk wilayah Batam.

"Akta kelahiran ini menjadi dokumen dasar penduduk. Unicef memperkirakan, anak di bawah usia satu tahun di Indonesia yang memiliki akta kelahiran baru mencapai 51 persen," kata Prasetyadji.

Di ASEAN, Indonesia menduduki peringkat kedua dari bawah atau di atas Timor Leste, terkait registrasi kependudukan anak di bawah usia lima tahun.

(NAW)

http://print.kompas.com/baca/2015/06/19/Akta-Kelahiran-untuk-Warga-Miskin

Add new comment

Plain text

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
9 + 6 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.

Berita

Suasana perekaman KTP Elektronik di Blora pada masa pandemi
New Normal Perekaman KTP
Peneliti Senior Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) Prasetyadji bersama Staf IKI Indah Widiyani, Risma Nuraini dan Yesaya sedang membantu pengisian berkas permohonan akta kelahiran bagi anak-anak Panti Asuhan Griya Asih, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, di Sekretariat IKI Wisma46 Lantai 14 Kota BNI, Jalan Jenderal Sudirman Kav 1 Jakarta, untuk diserahkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Propinsi DKI Jakarta. 4/2/2020.
Lahir dan Besar di Panti Asuhan
Sapto BW didampingi Sofian mewakili Dinas Dukcapil Propinsi DKI Jakarta menyerahkan akta kelahiran warga pemulung kepada Peneliti IKI Swandy Sihotang didamping Prasetyadji, di Jakarta 28/1/2020.
IKI Dukung Disdukcapil DKI Jakarta Fasilitasi Komunitas Pemulung & Anak Jalanan
Sekjen MPR RI Apresiasi IKI Terbitkan Buku Risalah Pembentukan UU Kewarganegaraan
Begini Cara Kerja Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri

Copyright © 2016.Institut Kewarganegaraan Indonesia, Wisma 46, Lantai 14, Ruang 14-16, Kota BNI, Jl Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat (10220).